Kategori
Uncategorized

Pengertian, Tujuan, & Tahapan Audit Keuangan

Perusahaan yang berdiri pastinya memiliki tujuan. Salah satunya adalah mendapatkan laba, disamping tujuan lainnya. Jika ingin mendapatkan laba, tentunya terdapat beberapa hal yang harus direncanakan terlebih dahulu. Tidak hanya itu saja, semua langkah-langkahnya perlu dianalisis dan diteliti oleh orang yang kompeten dan ahli di bidangnya. Apabila perusahaan semakin besar, persoalan yang dihadapi pun akan lebih rumit serta membutuhkan tanggung jawab besar tentunya. Hal penting yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan adalah audit keuangan. Bayangkan saja jika perusahaan besar tidak pernah membuat audit keuangan? Perusahaan tersebut tentunya tidak akan tahu apa yang terjadi pada uang masuk atau uang keluar. Oleh karena itulah sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk melakukan audit keuangan setiap bulannya. Bahkan juga penting membuat audit keuangan tahunan.

Pengertian Audit Menurut Para Ahli

Secara umum, audit keuangan atau audit laporan keuangan adalah evaluasi atau penilaian atas sebuah entitas (organisasi, perusahaan, atau lembaga). Yang mana menghasilkan pendapat independen atau dari pihak ketiga mengenai laporan keuangan akurat, lengkap, wajar dan sesuai prinsip. Berikut ini beberapa pengertian audit menurut para ahlinya.

  • Sukrisno Agoes (2004)

Menurut beliau, audit merupakan pemeriksaan yang mana dilakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak independen. Laporan keuangan disusun manajemen dan catatan akuntasi serta bukti pendukung dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan.

  • Mulyadi (2002)

Audit adalah sebuah proses sistematis yang dipakai untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif atas tuduhan kegiatan ekonomi serta kegiatan dengan tujuan menetapkan tingkat kesesuaian antara laporan dan kriteria yang sudah ditetapkan. Serta menyampaikan hasil pada pengguna bersangkutan.

  • Arens dan Loebbecke (2003)

Merupakan sebuah proses pengumpulan serta evaluasi mengenai bukti informasi yang bisa diukur untuk sebuah entitas ekonomi. Yang mana membuat lebih kompeten dan independen untuk bisa menentukan serta melaporkan informasi sesuai ketetapan kriteria. Audit ini harus dilakukan oleh independen yang kompeten.

Tujuan Dilakukannya Audit

Untuk laporan keuangan atau audit ini memiliki tujuan mendapatkan keyakinan jika laporan keuangan dari perusahaan, lembaga dan organisasi sudah lewat prinsip dan standar akuntansi berlaku. Laporan keuangan pun harus menyajikan kondisi keuangan yang sebenarnya saat tanggal pelaporan dan kinerja manajemen di periode tersebut.

Pendapat audit laporan keuangan dibagi menjadi 4 macam, diantaranya sebagai berikut.

  • Unqualified Opinion yang artinya laporan keuangan disajikan sesuai standar akuntansi berlaku.
  • Qualified Opinion, artinya laporan keuangan bisa diandalkan namun masih ada masalah atau pos yang dikecualikan supaya tidak salah saat mengambil keputusan.
  • Adversed, merupakan laporan keuangan yang tidak disajikan sesuai standar akuntasi atau terdapat kesalahan material dalam laporan keuangan.
  • Disclaimer, adalah laporan keuangan yang mempunyai kesalahan material dan manajemen membatasi pemeriksaan. Jadi auditor tidak bisa menemukan bukti cukup.

Jenis-Jenis Audit yang Perlu Diketahui

Menurut Arens, Audit dibagi menjadi 3 jenis sebagai berikut:

  • Operasional, dimana memiliki tujuan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari prosedur serta metode sebuah organisasi. Saat sudah selesai audit, biasanya manajemen mengharapkan rekomendasi auditor meningkatkan kegiatan operasi.
  • Kepatuhan yang mana memiliki tujuan menentukan apakah klien sudah mengikuti aturan yang ditetapkan atau belum. Misalnya pelaksanaan ketentuan upah minimum, melaksanakan undang-undang pajak dan melasanakan prosedur dari pimpinan perusahaan.
  • Laporan keuangan untuk menentukan apakah laporan keuangan yang diuji disajikan sudah sesuai dengan ketentuan. Pada umumnya kriteria tersebut adalah prinsip akuntasi yang berlaku SAK (Standar Akuntasi Keuangan).

Tahapan Audit Keuangan

Dalam melakukan audit laporan keuangan, tentunya ada beberapa hal yang harus dilewati. Nah berikut ini beberapa tahapan audit laporan keuangan yang perlu Anda ketahui.

  • Menerima Perikatan Audit

Hal ini adalah bentuk kesepakatan antara dua belah pihak. Yang mana kedua belah pihak adalah pihak auditor dan perusahaan biasanya diwakili manajemen. Sebelum dilaksanakannya audit, memang sangat penting untuk membuat sebuah kesepakatan yang mana kesepakatan tersebut disetujui bersama. Klien akan menyerahkan audit laporan keuangan pada auditor dan disanggupi sesuai kompetensinya. Biasanya kesepakatan yang dibuat ini dalam bentuk surat perikatan audit.

Sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak pekerjaan audit laporan keuangan. Auditor akan membuat pertimbangan mengenai beberapa hal terlebih dahulu. Dimulai dari integritas manajemen, identifikasi risiko, menilai independensi, menentukan kompetensi serta kemampuan profesional.

  • Merencanakan Proses Audit

Kemudian pihak auditor akan membuat rencana proses audit. Dimana nantinya auditor akan melakukan beberapa langkah terlebih dahulu. Seperti memahami bisnis dan industri dari klien, melakukan analitik, menentukan materialistis, menetapkan risiko audit dan risiko bawaan. Juga memahami struktur pengendalian intern dan membuat ketetapan risiko pengendalian. Serta mengembangkan rencana audit dan programnya.

Dalam praktiknya tentu tidak sesingkat yang sudah diuraikan. Sebab di setiap kegiatan pastinya memiliki bagian lain yang perlu dikerjakan lagi pastinya. Oleh sebab itulah, rencana audit laporan keuangan harus dibuat dengan benar dan tepat.

  • Melaksanakan Pengujian Audit

Apabila sudah membuat perencanaan audit, selanjutnya bisa melaksanakan pengujian audit. Di tahap ini, auditor melakukan pengujian analitik, pengendalian dan substantif. Pengujian analitik memungkinkan auditor mempelajari data-data dan informasi bisnis klien dan membuat perbandingan menggunakan data dan informasi yang lainnya. Untuk pengujian pengendalian adalah prosedur audit yang dilakukan untuk verifikasi efektivitas pengendalian internal klien. Sedangkan untuk pengujian substantif adalah prosedur untuk menemukan kesalahan yang memberikan pengaruh pada laporan keuangan.

  • Melaporkan Audit

Di tahap ini merupakan tahapan terakhir dari audit laporan keuangan, yakni melaporkan audit. Untuk laporan audit ini adalah bentuk komunikasi antara auditor dengan pihak lainnya. Untuk laporan audit tentunya tidak boleh dibuat asal. Sebab di dalamnya harus mencakup beberapa hal penting. Mulai dari jenis atau jasa yang sudah diberikan, objek audit, lingkupnya, tujuan, hasil, serta rekomendasi yang diberikan apabila ada kekurangan dan informasi lainnya.

Tips Memilih Jasa Audit Keuangan

Membuat audit laporan keuangan menjadi sebuah hal penting untuk sebuah perusahaan besar atau kecil. Untuk Anda yang memiliki perusahaan namun masih bingung saat ingin membuat laporan keuangan. Maka bisa meminta bantuan kepada jasa audit keuangan, berikut tips untuk mendapatkannya.

  • Memastikan reputasi jasa audit keuangan apakah baik atau tidak. Untuk mengetahuinya bisa melakukan survey langsung atau meminta rekomendasi. Jasa audit yang sudah berdiri lama kadang tidak menjadi jaminan. Oleh karena itulah Anda harus melihat dari segi profesionalitas dan kepuasan klien.
  • Perhatikan mutu auditor terlebih dahulu dengan cara mempertimbangkan latar belakang pendidikan. Perlu diketahui bahwa pekerjaan ini membutuhkan standar tinggi dari berbagai bidang. Selain itu tingkat independensi perusahaan juga tidak boleh dilupakan. Ini dilakukan supaya penilaian dan hasil laporan bisa objektif.
  • Pengalaman jasa audit keuangan juga perlu dipertimbangkan dengan baik. Sebab hal ini akan memengaruhi kualitas opini dan rekomendasi yang diberikan.
  • Terakhir adalah pastikan untuk mempertimbangkan biaya yang jasa audit keuangan berikan. Jangan sampai tergoda dengan penawaran yang memiliki kesan murah, sebab belum tentu baik.